Business

5 Kesalahan Marketing-Bikin Omzet Naik, Tapi Profit Bocor

60% budget marketing terbuang percuma. Apakah kamu sedang mengalaminya? Cek 5 kesalahan yang sering bikin omzet naik, tapi profit tetap bocor.

Published

on

“Orderan rame, iklan jalan terus, laporan omzet naik. Tapi kok saldo rekening tetap seret?”

 

Kesalahan marketing yang terjadi, banyak pelaku bisnis ngerasa udah kerja keras tiap hari. Ngonten, promosi, iklan, tapi hasil akhirnya kayak enggak sebanding. 

Capek banget, tapi tetep susah dapetin kepuasan.

Padahal masalahnya enggak selalu ada di volume penjualan. Kadang justru ada di arah strategi marketing yang kelihatannya sibuk, tapi diam-diam bocor budgetnya.

Kalau sekarang lagi di fase itu, mungkin ada satu dari tujuh hal ini yang masih kebawa.

1. Iklan terus jalan, tapi enggak tahu arahnya ke mana

Dulu, saya pernah habisin hampir 100 juta buat iklan. Facebook Ads, selebgram, feed estetis; semua dicoba. Hasilnya? Impresi tinggi, likes banyak, tapi profit tetap seret.

Waktu ditelusuri, ternyata kesalahan marketing ini masalahnya bukan di eksekusi, tapi di strategi yang kosong.

Targetnya enggak jelas. Audiensnya ngambang. Kontennya cakep, tapi pesannya enggak nyampe.

Kata orang, marketing itu soal mencuri perhatian. Tapi kalau yang kita tarik perhatiannya adalah orang yang enggak niat beli, ya tetap enggak akan closing.

Iklan Jalan Tapi Customer Diabaikan

2. Fokus ke customer baru, lupa rawat yang lama

jadi kesalahan marketing Setiap bisnis pasti butuh pertumbuhan. Tapi kalau semua campaign selalu soal cari pembeli baru, ada hal yang luput dijaga: pelanggan yang udah percaya dari awal.

Padahal, menurut data Bain & Company, menaikkan retensi customer hanya 5% bisa berdampak ke profit 25–85%. Sementara biaya dapetin customer baru bisa 5 kali lebih mahal dibanding jaga yang lama.

Kalau enggak ada sistem nurturing yang aktif, repeat order akan menurun. Dan ini jadi kesalahan marketing yang bikin cashflow bolong diam-diam, walaupun grafik penjualan naik terus.

3. Makin banyak channel, makin besar kebocoran

Pernah ngerasa makin banyak platform promosi, makin lelah, tapi enggak makin efektif?

Sebar konten dan iklan ke banyak tempat tanpa filter itu seperti isi air ke ember yang bocor. Kelihatan penuh, tapi enggak ada yang tersisa di dasar.

Studi dari Epitomise menyebutkan bahwa 60% budget marketing terbuang sia-sia karena salah arah, salah audiens, dan salah waktu.

Strategi omnichannel itu penting, tapi tanpa pemetaan yang bener, hasilnya cuma boros dan bingung.

4. Cuma jualan, tapi enggak bangun hubungan

Banyak bisnis yang niatnya bagus: harga bersaing, kualitas produk oke. Tapi kesalahan marketing mereka ketika semua komunikasi hanya soal jualan, tanpa interaksi manusiawi. Ini membuat pelanggan lama-lama menjauh.

Di era sekarang, orang enggak cuma beli produk. Mereka beli pengalaman.

Mereka ingin didengar, diperhatikan, dan merasa dihargai.

Bukan sekadar “diskon 20% hari ini”, tapi “terima kasih udah support kami dari awal.”

 
 

 

 

5. Data ada, tapi cuma jadi pajangan

Dashboard lengkap, report tersedia. Tapi kalau enggak pernah dianalisis, semua itu hanya angka yang enggak ngasih arah.

Banyak keputusan marketing masih diambil dari kebiasaan lama atau perasaan. Padahal keputusan besar butuh petunjuk dari data—bukan asumsi.

Strategi yang baik bukan yang paling ramai, tapi yang paling relevan. Dan itu enggak bisa ditebak, harus dibaca dari pola.

Omzet naik itu bagus, tapi profit yang bertahan itu jauh lebih berharga

Seringkali yang kita butuhkan bukan campaign baru, tapi keberanian untuk mundur sebentar dan ngecek: “Udah bener belum cara mainnya?”

Itu tadi adalah 5 kesalaham marketing yang perlu kita hindari. 

Kalau tulisan ini bikin kamu diam sebentar, ngerasa ada bagian yang nyantol. Mungkin itu sinyal buat bahwa kamu lagi butuh strateg baru yangi solutif dan praktis. 

Mau punya strategi praktis buat bisnismu? Klik solusinya di Sekolah CEO. Konsultasi gratis di sini: Reny: wa.me/+6281392077733

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version